Selalu kewajiban
Tak lepas dari kewajiban
Wajib, wajib dan wajib
Kewajiban, kewajiban lalu kewajiban
Tak pernah lupa
Tak pernah berakhir
Terus mengalir disetiap tetes darah
Terus tertunai
Ini negeri kewajiban
Ini negeri pemegang kewajiban
Hak tak tertunai
Hak terabaikan
Hak bukan kewajiban
Blitar, 24102017
Yang bisa dihitung belum tentu bisa diperhitungkan. Yang bisa diperhitungkan belum tentu bisa dihitung.
Senin, 23 Oktober 2017
Senin, 20 Maret 2017
Robot Masa Kini
Berwujud lengkap dengan perangai lengkap
Berhitung dan deretan huruf tersimpan rapi dalam memori
Tinggal tekan tombol on saja
Langkahnyapun tegap bak ABRI jaman dahulu
Siap bertanding tanpa haluan
Inilah jamannya
Matematika dan sains menjadi juara
Inilah kenyataannya
Perkalian menjadi saksi sejarah peradaban baru
persekutuan ada dibalik layar hitam kelam
Duduk manis berteman angka-angka palsu
Menghayati setiap peran yang berlaku
Apa itu norma?
Tak kan temui di sini
Diantara puing-puing kehebatan teknologi
Yang ada hanyalah teman sejauh google memandang
Yang ada hanyalah Iphone di tangan
Norma telah pergi bersama Budi
Menjelajahi alam lain dalam keremangan hati
Berbisik halus seraya pergi meninggalkan tunas manis
Tergerai di bahunya selimut air mata
Memikul sejuta nestapa lalu menjadi hiasan langit tanpa terang
Berhitung dan deretan huruf tersimpan rapi dalam memori
Tinggal tekan tombol on saja
Langkahnyapun tegap bak ABRI jaman dahulu
Siap bertanding tanpa haluan
Inilah jamannya
Matematika dan sains menjadi juara
Inilah kenyataannya
Perkalian menjadi saksi sejarah peradaban baru
persekutuan ada dibalik layar hitam kelam
Duduk manis berteman angka-angka palsu
Menghayati setiap peran yang berlaku
Apa itu norma?
Tak kan temui di sini
Diantara puing-puing kehebatan teknologi
Yang ada hanyalah teman sejauh google memandang
Yang ada hanyalah Iphone di tangan
Norma telah pergi bersama Budi
Menjelajahi alam lain dalam keremangan hati
Berbisik halus seraya pergi meninggalkan tunas manis
Tergerai di bahunya selimut air mata
Memikul sejuta nestapa lalu menjadi hiasan langit tanpa terang
Di Atas Tanah Kapling
Diantara kerumunan manusia bertandang
Bejibun dengan ember dan tas-tas hitam
Mengharu biru penuh keresahan
Menyimpan sejuta kenangan dalam suka dan duka
Inilah jalan yang harus dilalui
Lembah curam dan terjal
Sejuta kisah menjadi saksi antara daun-daun penyentuh tanah
Menghilangkan aroma tanah basah
Membiarkan ulat dan cacing berbisik mesra
Mengibaskan selimut demi perut
Inikah fakta?
menjelma jadi panorama kepastian
Tanah basah telah kering
Dibagi berkapling-kapling
inden bersama nafas yang menderu
Menunggu saat kepastian datang merajai waktu
Hahhhh
Ketakutan itu benar adanya
Tersimpan rapi dalam tumpuka memori
Blitar, 21.03.17
Bejibun dengan ember dan tas-tas hitam
Mengharu biru penuh keresahan
Menyimpan sejuta kenangan dalam suka dan duka
Inilah jalan yang harus dilalui
Lembah curam dan terjal
Sejuta kisah menjadi saksi antara daun-daun penyentuh tanah
Menghilangkan aroma tanah basah
Membiarkan ulat dan cacing berbisik mesra
Mengibaskan selimut demi perut
Inikah fakta?
menjelma jadi panorama kepastian
Tanah basah telah kering
Dibagi berkapling-kapling
inden bersama nafas yang menderu
Menunggu saat kepastian datang merajai waktu
Hahhhh
Ketakutan itu benar adanya
Tersimpan rapi dalam tumpuka memori
Blitar, 21.03.17
Jumat, 17 Maret 2017
Susahnya Antri
Sering nggak liat orang di sekitar kita nyerobot? Bahkan di tempat umum lho. Jawabannya pasti sering. Di negeri ini hal-hal semacam itu masih dianggap lumrah dan masih haruis dimaklumi. Bukan saja bagi mereka yang berduit, yang nggak berduitpun juga mulai gerah dengan istilah panjang alias antri. Yang jadi pertanyaan itu akan berlangsung sampai kapan? Bagaimana dengan generasi masa depan? Akankah mereka kita ajari dengan menyerobot ataupun tak bisa antri?
Kejadian kemarin cukup menjadi pelajaran bagi saya. Tulisan inipun sebenarnya tumpahan atas kekesalan saya pada orang-orang yang tidak bisa antri. Mengapa di negara maju antri menjadi hal yang mudah? Jepang misalnya. Masih ingat dengan kejadian buruk yang menimpa negeri Sakura ini. Sunami dan badai sampai beberapa hari. Bantuan makan yang terus didengungkan. Hebatnya masyarakat di sana mampu mengontrol emosinya meskipun kondisi sangat tidak mendukung. Dalam tayangan salah satu stasiun televisi nasional mengatakan bahwa, mereka sedang antri untuk mendapatkan jatah makan siang. Dalam kondisi saat itu semua masih tetap antri dengan tertib. Tak tampak satupun menyerobot dalam antrian. Ketika orang yang paling belakang ditanya oleh salah satu reporter tentang antri yang tak pasti dapat jatah, jawabnya karena semua yang ada disini adalah manusia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama yakni antri.
Huuuh bagaimana dengan kondisi kita? inilah kondisi yang sebenarnya. Antri ternyata kebiasaan yang terus-menerus tertanam dan akan menjadi kebiasaan. Dengan antri sebenarnya kita dilatih untuk menghargai hak-hak orang lain. Dengan antri pula kita belajar sabar. Dan dengan antri pula kita harusnya bisa berdisiplin diri bagaimana supaya antri itu tidak dibelakang dan tidak menghalalkan segala cara.
Sayangnya, penanaman antri masih sangat minim dilakukan oleh lembaga-lembaga manapun, termasuk sekolah. Pembiasaan-pembiasaan sederhana ini menjadi hal besar manakala tidak bisa dilakukan sesuai dengan porsinya, dan antri seringkali menjadi pemicu utamanya. Sekolah seharusnya menjadi lembaga yang menanamkan antri selain di rumah. Selain sekolah para aparat pemerintahan seharusnya juga mengajari antri dari dirinya sendiri. tidak hanya menuntut orang lain antri sementara tak ada contoh dari mereka.
see you....ketemu berikutnya ya
Kejadian kemarin cukup menjadi pelajaran bagi saya. Tulisan inipun sebenarnya tumpahan atas kekesalan saya pada orang-orang yang tidak bisa antri. Mengapa di negara maju antri menjadi hal yang mudah? Jepang misalnya. Masih ingat dengan kejadian buruk yang menimpa negeri Sakura ini. Sunami dan badai sampai beberapa hari. Bantuan makan yang terus didengungkan. Hebatnya masyarakat di sana mampu mengontrol emosinya meskipun kondisi sangat tidak mendukung. Dalam tayangan salah satu stasiun televisi nasional mengatakan bahwa, mereka sedang antri untuk mendapatkan jatah makan siang. Dalam kondisi saat itu semua masih tetap antri dengan tertib. Tak tampak satupun menyerobot dalam antrian. Ketika orang yang paling belakang ditanya oleh salah satu reporter tentang antri yang tak pasti dapat jatah, jawabnya karena semua yang ada disini adalah manusia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama yakni antri.
Huuuh bagaimana dengan kondisi kita? inilah kondisi yang sebenarnya. Antri ternyata kebiasaan yang terus-menerus tertanam dan akan menjadi kebiasaan. Dengan antri sebenarnya kita dilatih untuk menghargai hak-hak orang lain. Dengan antri pula kita belajar sabar. Dan dengan antri pula kita harusnya bisa berdisiplin diri bagaimana supaya antri itu tidak dibelakang dan tidak menghalalkan segala cara.
Sayangnya, penanaman antri masih sangat minim dilakukan oleh lembaga-lembaga manapun, termasuk sekolah. Pembiasaan-pembiasaan sederhana ini menjadi hal besar manakala tidak bisa dilakukan sesuai dengan porsinya, dan antri seringkali menjadi pemicu utamanya. Sekolah seharusnya menjadi lembaga yang menanamkan antri selain di rumah. Selain sekolah para aparat pemerintahan seharusnya juga mengajari antri dari dirinya sendiri. tidak hanya menuntut orang lain antri sementara tak ada contoh dari mereka.
see you....ketemu berikutnya ya
Selasa, 14 Maret 2017
Study Lingkungan
Bagaimana kalau sekolah kesukaanmu acapkali melaksanakan study lingkungan. Mengenal banyak hal tentang lingkungan sekitar. Mulai dari yang kecil hingga lingkungan yang besar. Sangat jarang lho kita temui sekolah di kawasan Blitar yang nota bene kota kecil memperhatikan kebutuhan akan pengetahuan akan lingkungan untuk anak. Lingkungan yang ramah bagi anak seharusnya menjadi perhatian bagi seluruh pelaksana pendidikan
SD Islam Aisyiyah menjadi bagian tak terpisahkan dalam menambah wawasan anak tentang lingkungan yang sesungguhnya. Saling tolong-menolong untuk berjalan di pematang sawah menjadi bagian dari pembelajaran alamiah pada anak. Di bawah ini adalah salah satu foto saat anak-anak sekolah dasar sedang berlatih memberi makan pada Ikan Koi yang menjadi penghasilan utama bagi sebagian masyarakat Nglegok Kabupaten Blitar.
see you....ketemu info berikutnya ya guys.....
Jumat, 10 Februari 2017
PASCA UASKU SEMESTER 1
Bagaimana dengan pasca UASmu kawan? Ini pasca UASku. Menarik kan? hehe he....foto pertama itu bukan kuis kawan. Itu foto lomba merangkai klip kertas. Bisa dibayangkan bukan? bagaimana ribetnya anak-anak merangkai barang-barang yang kecil nan mungil serta riuhnya suara yang menambah suasana semakin meriah.
Tim kedua adalah lomba memasukkan kelereng di gelas. Huuuuuuuu hebohnya luar biasa kawan.
Kalau yang ini Kontingen Kelas 1 dengan ikat kepala orange yang keren.
Beda lagi dengan yang ini. kalau yang ini lomba Rangking 1. setiap kontingen harus mengirimkan 5 siswa untuk mengikuti lomba Rangking 1. Jangan salah ya guys....yang menang belum tentu kontingen kelas atas lho. tahun ini yang jadi Juara 1 adalah ananda Vanny kontingen dari kelas 5 sekaligus pernah menjadi wakil kecamatan untuk lomba ke kabupaten Blitar
INI DUNIAKU
Dalam perjalanan sebuah pendidikan harus selalu melakukan gerakan pembaharuan. Inovatif terus menerus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selama ini pendidikan masih berkutat soal kecerdasan secara otak. Pendidikan tanpa memikirkan usia dan kebutuhan peserta didik. Jauh dari pandangan mata kota, sebuah tempat dipinggiran mengelola pendidikan yang berbeda. SD Islam Aisyiyah mencoba berbagai cara untuk memanusiakan manusia dengan melaksanakan pendidikan seutuhnya berorientasi pada peserta didik. Pendidikan di tempat ini lebih mengedepankan posisi peserta didik. Hal ini bertujuan agar peserta didik berpikir sesuai dengan usianya.
Di sini pula sebuah sekolah ramah anak. Mereka bermain tanpa gadget. Mereka begitu antusias bermain Dakon dan Lompat Tali. ada pula beberapa anak laki-laki yang bermain kelereng. Buktikan sendiri kalau tak percaya..!!!
Welcome To SD Islam Aisyiyah Jatinom
Di sini pula sebuah sekolah ramah anak. Mereka bermain tanpa gadget. Mereka begitu antusias bermain Dakon dan Lompat Tali. ada pula beberapa anak laki-laki yang bermain kelereng. Buktikan sendiri kalau tak percaya..!!!
Welcome To SD Islam Aisyiyah Jatinom
Minggu, 05 Februari 2017
Cinta diorama
Masih ingatkah engkau denganku?
Dengan sejuta rayu engkau menghampiriku. Menerjemahkan setiap langkah keras dan gontaiku. Di bawah pohon
besar, pohon yang menumbuhkan sejuta
kenangan, di depan gedung
bercat kuning, kita bercanda penuh dengan keceriaan. Penuh dengan tawa
renyah. Bahkan tak mengenal
kata pisah dalam setiap desahan nafas. Dunia hanya menjadi milik kita.
Malampun menjadi indah dalam buaian diskusi antar manusia. Perang kusir
mulai bertebaran. Semuanya berebut menjadi juara layaknya persaingan kursi DPR
negeri dongeng. Aku pun terlibat di dalamnya, terlibat dalam arena pertempuran
itu. Engkau tersenyum. Terasa adem jika
harus mengingat senyummu malam itu. Engkau tak beranjak meninggalkan kursimu.
Engkau hanya tersenyum menatapku. Hingga pagi kembali hilangkankan perang
kusir.
Pagi itu, di depan dereten sepeda motor panjang. Apakah engkau ingat? Atau
amnesiamu tak menginginkan pulih kembali. Jika enkau tak bisa mengingatnya, ijinkan
aku membuka sedikit ingatanmu. Aku janji, hanya sedikit saja. Di situ kita
seharian di jemur dalam teriknya mentari. Air putihku sudah habis sejak pagi
untuk bersama kawan-kawan yang lain, dan tak ada lagi yang tersisa kecuali
milikmu. Engkau duduk di depanku, memohon agar aku mau meminum air putihmu,
agar aku tak kena dehidrasi , itu inginmu. Tahunitu. Ya………… di tahun itu, kita
mulai berdiskusi tentang pribadi. Mengenal satu sama lain, mencoba menerima jalan takdir atas nama
cinta
Oh iya, itu tidaklah lama. Perjalanan seminggu setelah kita berpisah, kita
mulai merasakan keberadaan teman-teman yang lain. Kita mulai melihat bhwa dunia
tak hnya berdua. Dan kau ingat apa yang terjdi? Hari-hari yang panjang tak lagi membuatku mengerti dirimu. Engkau selalu
aneh. Muncul lalu tenggelam. Dan selalu berulang. Aku seperti kehilangan arah
dan tujuan, tapi itu tak lama, hanya sebentar. Dan aku kembali ceria.
bukan, bukan aku
jika harus patah hati. Perjalanan penuh dengan
duri-duri tajam menghantam jiwaku dan juga jiwamu, namun
engkau tetaplah pujangga dengan
sejuta rayu dan cinta tanpa pernah
lelah. Langkah hatimu mulai
kabur. Hatimu mulai terpaku pada gadis itu. Ya….aku bukan gadis yang keturunan darah biru, aku hanya manusia biasa yang tak mau kenal kasta dan tak mau kenal. Saat itu, bagiku itu hanyalah
sebuah terapi akan keteguhan
cinta kita. Namun sayang…………….engkau benar-benar lari meninggalkanku sendirian
tanpa kejelasan.
Bukan aku jika tak bisa tersenyum
dalam derasnya duka. Bukan aku jika tak bisa tertawa dalam dunia nyata yang
penuh dengan intrik-intrik cinta remaja. Aku masih kokoh berdiri. Aku masih
kuat tertawa ngakak. Dan itu ternyata sihir ampuh yng membuat hatimu kembali
padaku meski engkau tak lagi berani berucap.
Perjalanan itu memang guru yang
luar biasa. Aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Aku hnya manusia biasa yang tak akan
sanggup menebak takdir yang maha
kuasa. Sesaat engkau berpaling hatiku memang kecut. Dan sedikit membuatku
lelah, lemah tak berdaya. Aku mengakuinya untuk itu. Tapi itu hanya berlangsung tidak lebih dari
dua hari.
Kisah kita tak akan berhenti begitu saja, bukan? Semuanya pasti akan berakhir
sampai ajal menjemput diantara
salah satunya. Aku atau
engkau lebih dulu. Seperti kisah romeo n Juliet. Atau selayaknya kisah laila majnun, yang merelakan
jiwanya hncur dan melayang dari jasadnya. Begitu pula dengan harapanku.
Senin, 30 Januari 2017
Ini KARTINIKU, Mana KARTINIMU?
Gimana perasaannmu jika mamamu ikut upacara bersama denganmu? Wuih senang bukan main kan? bisa ku bayangkan rasa haru hatimu saat melihat mamamu yang cantik upacara berdampingan denganmu dan mendapatkan ucapan selamat hari kartini. Mama- mama ini antusias sekali mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati hari Kartini di SD Islam Aisyiyah Jatinom.
Di sebelah selatan digunakan baris para mama, maka anak-anak ini baris menghadap ke arah barat. Aiiiih cantik bukan main. berpakaian ala kebaya modern dipadu dengan sepatu. inilah anak-anak calon kartini masa depan. pemegang garda depan muslimah ini siap melawan kemungkaran yang ada di masyarakat. meskipun berpakaian kebaya mereka siap bagaikan tentara wanita.
Selain upacara, peringatan ini juga dimeriahkan dengan gelar lomba menghias tumpeng. gimana ya dengan mamamu? mama-mama di sini tergabung dalam paguyuban masing-masing kelas. sehingga lomba menghias tumpeng ini merupakan perwakilan dari kelas masing-masing. Eiits jangan salah, mama sekarang jago juga lho menghiasnya, tuh salah satu buktinya. Kereen kan?
Kalau yang ini juga perwakilan kelas tapi lomba merangkai bunga. Mamanya cantik, anaknya cantik, bunganya juga cantikkan? Bahagia lihat mama-mama dan anak-anak senang di hari Kartini tahun ini. Ini Kartiniku, mana Kartinimu? Tunggu tahun depan ya Guys...........................by by
Di sebelah selatan digunakan baris para mama, maka anak-anak ini baris menghadap ke arah barat. Aiiiih cantik bukan main. berpakaian ala kebaya modern dipadu dengan sepatu. inilah anak-anak calon kartini masa depan. pemegang garda depan muslimah ini siap melawan kemungkaran yang ada di masyarakat. meskipun berpakaian kebaya mereka siap bagaikan tentara wanita.
Selain upacara, peringatan ini juga dimeriahkan dengan gelar lomba menghias tumpeng. gimana ya dengan mamamu? mama-mama di sini tergabung dalam paguyuban masing-masing kelas. sehingga lomba menghias tumpeng ini merupakan perwakilan dari kelas masing-masing. Eiits jangan salah, mama sekarang jago juga lho menghiasnya, tuh salah satu buktinya. Kereen kan?
Kalau yang ini juga perwakilan kelas tapi lomba merangkai bunga. Mamanya cantik, anaknya cantik, bunganya juga cantikkan? Bahagia lihat mama-mama dan anak-anak senang di hari Kartini tahun ini. Ini Kartiniku, mana Kartinimu? Tunggu tahun depan ya Guys...........................by by
Senin, 23 Januari 2017
KEGIATANKU
Masihkah kegiatan sekolahmu seperti masa lalu. Bebas bermain Egrang. berkompetisi dengan segala tawa. Masihkah sekolahmu belajar hal paling sederhana namun sangat sulit untuk dilakukan? semacam antri makan. Ataukah sekolahmu jauh melampaui batas imajinasi anak-anak. mereka belajar dibalik kursi saja. Tercenung dengan mata sayu memandang papan tulis. Ataukah siswa di tempatmu hanya berada di dalam kelas dengan seorang penguasa yang menceramahi.
Di tempatku, jam istirahat mereka bermain Egrang dengan sangat bahagia. Tertawa renyah bersama kawan-kawannya. Melupakan sejenak tentang kesibukan jempolnya ketika di rumah. melupakan galaunya saat tak sempat mengerjakan tugas rumahnya. Di siang harinya tak lepas dari pantauan mereka belajar antri dengan penuh suka cita. Bercanda dengan penuh ceria.
Pasukan MAHASURYA
selalu ada kenangan yang tersisa
Membuat dada bergetar
Langkahnya......
Warna seragamnya.....
Hahhhhhh...
Cetar membahana
Mengingatkan banyak suka dan duka
Panas, hujan tak dirasa
semua demi cinta
Bahagia melihatmu bercerita lewat tiupan dan kakimu
Doa kami untuk kalian semua...
Terima kasih atas perjuanganmu
Langganan:
Postingan (Atom)
Stasiun Lempuyangan
Jika Blitar terbuat dari tetesan-tetesan darah para pejuang, maka Jogja tercipta dari sejuta kerinduan. Kerinduan pada keramahan...
-
Blitar kutha pariwisata, alun-alun ngalor sithik makam Bung Karno Gandeng perpustakaan ISO nambah wawasan Stadion ngalor, sumber udel pema...
-
Bagaimana dengan pasca UASmu kawan? Ini pasca UASku. Menarik kan? hehe he....foto pertama itu bukan kuis kawan. Itu foto lomba merangk...





